Peluncuran Buku
SENI RUPA INDONESIA DALAM KRITIK DAN ESAI
Jumat,
10 Februari 2012, pukul 19.00 wib
Galeri
Cipta III
Terbuka Untuk Umum
Buku Seni Rupa Indonesia dalam
Kritik dan Esai (DKJ, 2012) memuat kritik dan esai seni rupa yang muncul sejak
1934 hingga 2006. Dalam rentang lebih dari 70 tahun itu, banyak soal yang sudah
dituliskan orang, baik itu perupa, seniman lain yang memperhatikan seni rupa,
kritikus, maupun kaum akademisi di perguruan tinggi seni, berkaitan dengan
produksi seni rupa dan kehidupan intelektualitas di Indonesia. Terutama untuk
menjawab bagaimana hubungan produksi seni rupa dengan kritik seni yang ada.
Apakah seni rupa bertumbuh melulu karena kerajinan sang perupa, ataukah
dipengaruhi oleh perkembangan teori atau pemikiran seni rupa yang ada, atau
sebaliknya.
Dan yang
juga tak kalah penting adalah buku ini menampilkan perkembangan teknik dan gaya
menulis masing-masing orang. Apa yang kita sebut esai atau kritik seni rupa
hari ini adalah hasil pergulatan masing-masing penulis dengan wawasan
intelektualitas yang berkembang. Di dalamnya kita tahu apa saja yang
dibicarakan seorang penulis esai atau kritik saat menelaah sebuah pameran
lukisan atau perkembangan pemikiran seni rupa. Dengan kata lain pergulatan
bentuk-bentuk tulisan dalam buku ini menunjukkan perkembangan yang terjadi di
dalam diri seniman, kritikus, penulis, dan lingkungan kerjanya.
Dalam acara
peluncuran buku yang disunting oleh Bambang Bujono dan Wicaksono Adi ini, juga
akan dimeriahkan dengan pidato dari Aminudin TH Siregar dan permainan cello
dari Rachman Noor.
|
|
The
books of Seni Rupa Indonesia dalam Kritik dan Esai (DKJ, 2012) contains essays and art criticism that
emerged since 1934 to 2006. In a span of more than 70 years, many who have
written about people, whether artists, other artists who pay attention to
fine art, critics, and academics in the arts college, related to the
production of art and intellectual life in Indonesia. Especially to answer
how the relationship of art production with the existing art criticism. Whether fine art handicrafts grow simply
because the artist, or is influenced by
the development of art theory or thought that there,
or vice
versa. |
And which
is equally important
is this
book shows the development of techniques
and writing styles of each person. What we call an essay or art criticism today is the result of the struggle of each author with a growing intellectual insight. In it we know what is talked about an essay writer or critic when reviewing an exhibition of fine arts or the development of thinking. In other words struggle forms of writing in this book show the developments taking place within the artist,
critic, writer, and the work environment.
In launching
the book edited by Adi Wicaksono Bambang Bujono and this will also be enlivened by a speech from Aminudin TH Siregar and play cello from Rachman Noor
Informasi/Information
: Marisca atau Marsaulina 021-3162780,
31937639
Acara ini terselenggara atas kerjasama antara PKJ-Taman Ismail Marzuki,
dengan Dewan Kesenian Jakarta
|
|
|
Kenduri Cinta
Menegakkan
Cinta, Menuju Indonesia Mulia
NAGARAWAN
Jumat,
10 Februari 2012, pukul. 21.00 wib
Plaza/Halaman Parkir
Terbuka untuk umum
Kenduri Cinta merupakan forum silaturahmi dan diskusi yang
tidak hanya berisikan kesenian, juga mengedepankan segi kebudayaan, kemanusiaan
lintas kultural. Konsep forum yang sangat terbuka serta nonpartisan bagi
masyarakat dan kalangan apapun ini dalam dinamikanya akan memunculkan berbagai
hal : makna religius, curahan hati, pendapat mayarakat, ide dan lainnya yang
tertuang dalam suasana dialog interaktif yang ringan, segar dan penuh
kekeluargaan.
Kenduri
Cinta, provides a forum for discussion and friendship in the forum of art and
cultural activities glorifying the concept of cross cultural humanism. The
forum is open for non-partisan parties from any sector of the public, and
during its dynamic proceeding will, among others, touch the issues of religious
value and personal expressions. The audience can put forward their opinion and
ideas in light, fresh and family atmosphere interactive dialogue.
Acara ini terselenggara atas kerjasama antara PKJ-Taman
Ismail Marzuki dan Komunitas Jamaah Kenduri Cinta
|
|
|