Pameran Tunggal Senirupa
BRAIN • E
EVOLUSI OTAK,
EVOLUSI MANUSIA
Karya : Deden FG
Galeri Cipta III
Pembukaan Pameran tanggal 3 November 2009
4 – 12
November 2009
Pkl 10.00 wib s/d 21.00 wib
Dikatakan bahwa dalam
proses evolusi manusia, evolusi otak adalah salah
satu evolusi yang paling penting.Charles
Mahluk hidup, tak terkecuali manusia,mengalami
serangkaian proses penyesuaian fungsi tubuh untuk menghadapi
alam.
alias kera.
|
|
Menjadi menarik kemudian
karena para pendukung Bongkahan kenyal alias otak,
serta tulang belakang yang merupakan perpanjangannya, dapat dikatakan sebagai inti fungsi keseluruhan
seorang manusia. Otak sebagai organ tervital adalah saripati kemanusiaan sekaligus sumber seluruh misteri kehidupan manusia. Berbagai teori tentang
evolusi manusia, membuktikan perkembangan manusia secara sosial adalah juga cerminan tahapan bertumbuhnya kecerdasan manusia. Proses evolusi manusia dari mahluk purba menjadi mahluk beradab, adalah pula hasil evolusi otak. |
Dengan otak
pula, manusia kemudian mencipta sains. Ilmu yang mereka
kembangkan untuk terus menerus mempertinggi
kualitas kehidupan. “Mengatasi” alam
seolah menjadi kunci untuk mencapai
kualitas hidup tertinggi. Dan proses ini tak pernah
berhenti, adalah obsesi manusia untuk dapat menguasai
seluruh isi jagad raya ini.
Untuk membuat
hidup semakin nyaman, manusia kemudian mencipta mesin-mesin. Komputer, robot, yang kemudian secara perlahan mengambil alih tugas-tugas yang biasa dilakukan manusia.
Apakah tahap selanjutnya
dari evolusi manusia ?Akankah tahap perkembangan manusia selanjutnya adalah berpadunya manusia denganmesin-mesin ciptaannya sendiri? Apakah yang kemudian tersisa
dari kemanusiaan?
Pameran ini diselenggarakan
oleh PKJ-Taman Ismail Marzuki

Pidato Kebudayaan
Memperkuat Masyarakat
Sipil dengan Kesenian, untuk Mengelola Negara dan Pasar Lebih Baik
Oleh Ignas Kleden
Graha Bhakti Budaya
10 November
2009
Pkl. 19.00 wib
|
|
Perdebatan
tentang neoliberalisme dalam dunia politik
kita menjelang pemilihan presiden dan mungkin masih
hingga sekarang, banyak mengandung kecurigaan dan mungkin kesalahpahaman yang tidak jelas benar
sebab musababnya. Tapi hal itu
hanyakah salah satu saja dari
sekian banyak peristiwa yang sebenarnya meruncing pada pertanyaan mendasar; seberapa besar peran negara yang ideal dalam mengatur pasar, atau seberapa
jauh pasar dibiarkan mengatur dirinya sendiri ? |
Pidato Kebudayaan merupakan
acara tahunan yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki
(PKJ-TIM) memperingati hari
ulang tahun PKJ – TIM pada setiap tanggal
10 November. Acara ini juga
akan dimeriahkan
oleh Gilang ramadhan dan NERA
The 2009 Lecture on Culture
by Dr. Ignas Kleden
Strengthen the Civil Society
with Arts, for a Better Management of the State and the Market
Graha Bhakti Budaya
10 November 2009
7 p.m.
|
|
Debates
on neo-liberalism in the political field before the presidential elections,
and probably up until now, had contained suspicion and misunderstanding. The root of the problems are not clear. However, the essence
of the problem could be founded through the answer on the basic question of
how far is the ideal role of the state in controlling the market, or how far
should we leave the market regulates itself? |
The
annual Lecture On Culture for this year will elaborate
on the theme of “Memperkuat masyarakat
sipil dengan kesenian, untuk mengelola negara dan pasar lebih
baik,” or to strengthen the civil society with arts,
for a better management of the state and the market. It is hoped that questions
surrounding the above-mentioned topic would find enlightening perspectives.
The
lecture is an annual event organized by the Jakarta Arts Council (DKJ) in
cooperation with the Jakarta Arts Centre - Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM), to mark
the anniversary of PKJ-TIM on 10 November.

Pentas Teater dalam rangka memperingati 100 hari wafatnya Rendra
BUNGA SEMERAH DARAH
Karya : Rendra
Produksi Teater Tanah Air
10 &
11 November 2009
Pkl. 20.00 wib
HTM : Rp. 50.000,-
|
Hal-hal semacam inilah yang akan kutulis.
Biar mereka tahu keadaan rakyat rendah senyata-nyatanya, biar mereka tahu apa
sebenarnya yang berada di balik tempat-tempat dansa, apa yang ada di balik
rumah-rumah mewah. akan kutelanjangi dunia ini dari kepalsuan. Kita hidup
dalam masyarakat, jadi harus bekerjasama. dan kalau ada orang yang mau kaya
sendiri, kalau ada orang yang mau mewah sendiri, biarlah ia hidup dihutan
saja sebagai orang biadab. Pementasan teater ini juga disertai
dengan pameran poster, foto, dan buku-buku karya Rendra di lobby Teater Kecil
pada pkl 10.00 wib. Pemain
: Nusa Kalimasada, Lisa Ristargi, Meritz Hindra, Awan Sanwani, Jean
Marais, Rahma, Dimas Paramasta Wardana, Bunga Miftakulhadi, Ayez Kassar,
Rahma Azizah Priadi, Pepeng Sutradara : Jose Rizal Manua | Artistik : Soni Sumarsono | Musik : Idrus Madani Pimpinan
: Nunum Raraswati |
|
Pementasan ini merupakan
kerjasama antara PKJ-Taman Ismail Marzuki,
Teater Tanah Air, Dompet Dhuafa Republika,
RRI dan Departemen Komunikasi dan informasi RI
Theatre in conjunction with
the commemoration of the 100th day of the death of Rendra.
“BUNGA SEMERAH DARAH” or The Flowers as Red as Blood
A play by Rendra
Production of Teater Tanah Air
TEATER KECIL
10 — 11 November 2009
8 p.m.
Ticket: Rp
50,000
|
|
This
is what I want to write about. So that they know how devastatingly low is the
people’s living condition actually, so that they know what are actually
behind the dancing ballrooms, what are behind the luxurious houses. I will
unmask the world from falsenesses. We are living in a society so that we must
work together. And if
there is someone wants to become rich all alone, if here is
someone wants to live in luxury all alone, let them be living in the jungles
as the barbarians. |
The
theatre will be followed by the exhibition of posters, photos, and books, all are the works of Rendra,
taking place in the lobby of Teater Kecil, at 10 a.m.
The
performance is organized with the collaboration of the Jakarta Arts Centre-Taman Ismal Marzuki,
Teater Tanah Air, Dompet Dhuafa Republika,
RRI, and the Department of Communication and Information of the
|
|
|
|
|
|