Pameran Lukisan karya Sri Warso Wahono
Galeri Cipta II, 4 – 12 Juni 2009
Pkl.10.00 s/d 21.00 WIB
Gratis Untuk Umum

Aku tetap meyakini bentuk-bentuk artistik yang kuciptakan memiliki makna estetika sangat inherent dengan impuls kejiwaan dan suara hati.Warisan tradisi serta religi yang cukup kental dan selama ini menjadi dasar penciptaan, darimana aku memulai melukis, mengukuhkan kehadiran bentuk dan totalitas lukisanku.Katakanlah, kesemua hubungan sebab akibat dan proses kreatif demikian merupakan metamorfosis dari nilai-nilai dan kepekaan atas tinggalan archaic serta himpunan perasaan menghadapi kehidupan masa kini yang terus beranjak.

 

Baluran warna-warna purba, garis-garis, titik, yang jalin menjalin merangkum bentuk dan perwujudan kesemuanya merupakan penanda atas segenap insting kreatifitas yang selama ini terus menerus kuhayati secara integrity seutuhnya, semua yang aku hasilkan ingin aku kembalikan menjadi bagian dari khalik dan kupersembahkan untuk umat manusia yang mensyukuri peradaban.

 

Sri Warso Wahono Painting Exhibition

Galeri Cipta II, 4 – 12 June 2009

10 a.m. – 9 p.m.

Free admission

 

I remain believe that the artistic forms I create have aesthetic meanings which are very inherent with my soul impulses and the voice of my heart. The intense legacy of tradition and religion all this time have become the base of my composition. From there I started painting and strengthened the presence of the forms and totality of my works. Just say that all cause and effect relationship and the creative process are the metamorphosis of values and sensitivity on archaic inheritance and the collection of feelings in facing the present life which is moving on. The brush of antique colours, lines, points, which are interwined shaping forms and realization all are indicative of all creative instinct all this time I comprehend with full integrity. All in all, what I have created I would like to give them back and be part of the creator and present them to humanity that is grateful to civilization.   

 

Sekilas Tentang Pelukis

Lahir di Solo, Jawa Tengah, 17 Juni 1948. Berlatar belakang pendidikan IKIP Surakarta jurusan senirupa (1975), mulai aktif melukis sejak tahun 1962. Pelukis angkatan 1970-an ini selama tahun 1989 berturut-turut mendapat kesempatan melakukan orientasi senirupa ke Biennale Internasional di Sao Paolo, Brazil serta mengunjungi beberapa museum di Jerman Barat dan dilanjutkan ke Belanda termasuk museum Vincent van Gogh di Amsterdam atas sponsor DKJ, Yayasan Kesenian Jakarta dan Kementrian Luar Negeri Belanda

 

Acapkali mengerjakan ilustrasi khususnya untuk majalah sastra Horison, dibidang kesusastraan dia memiliki bakat serta kemampuan menulis tentang fotografi, arsitektur, seni rupa termasuk seni kriya, dijajaran penulisan seni rupa dia termasuk satu diantara yang produktif dan langka. Buah pikirannya sering dimuat di berbagai harian serta majalah penting seperti Kompas, Suara Pembaharuan, Merdeka, Suara Karya, Pelita, Intisari, Warnasari, Solidarity (Filipina), Horison, Ambassador, Media Indonesia serta TEMPO. Melalui tulisan-tulisannya, Sri Warso Wahono pada tahun 1982 meraih predikat penulis terbaik Indonesia dibidang pariwisata, mendapat penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia dan dari Lembaga Bantuan Hukum atas tulisan dan makalahnya yang bersifat kritik.

 

Kegiatan dibidang organisasi pada tahun 1972, bersama dengan seniman-seniman Solo ikut mendirikan Dewan Kesenian Surakarta dan duduk dalam komite seni rupa. pernah menjabat sebagai konservator museum Sejarah DKI Jakarta tahun 1976. Diangkat sebagai Dewan Kesenian Jakarta masa bhakti 1985-1988 pada komite seni rupa, juga menjabat selaku sekretaris I di Dewan Pekerja Harian DKJ, berlanjut dipilih kembali pada masa bhakti tahun 1990-1993 untuk kedua kalinya. Terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota DKJ masa bhakti 1993-1995.