Pameran Patung Kontemporer

Metrosolid

Galeri Cipta II

1 – 10 Juli 2008

Pkl. 10.00 wib s/d 21.00 wib

Gratis & Untuk Umum

 

 

Kota besar dunia adalah pinu gerbang tempat masuk dan bertemunya arus budaya, peradaban global dan lokal. Melalui pertemuan seperti itu bisa terjadi asimilasi benturan dari nilai-nilai adab dari berbagai sumber yang berbeda. Peristiwa atau fenomena seperti itu hakekatnya adalah kekayaan khas metropolitan termasuk Jakarta. Dinamika seni patung sendiri tidak sesemarak seni lukis. Aura eksistensinya masih perlu terus didinamiskan sampai titik yang maksimal. Pameran patung menjadi semacam peristiwa langka yang masih terus diapresiasikan kemasyarakat luas.

 

Sesuai dengan perkembangan ini, menyadari dan mengantisipasi akan semakin pentingnya peran seni dalam konstelasi peradaban lokal maupun global dikurun waktu mendatang dan juga masih dalam rangka memperingati HUT Jakarta ke 481, Asosiasi Pematung Indonesia (API) bekerjasama dengan BP-PKJ TIM mengadakan pameran patung yang bertema Metrosolid yang bertempat di Galeri Cipta II.

 

Pameran ini akan diikuti oleh 20 anggota Asosiasi Pematung Indonesia (API) yakni : Agoes Salim ST, Agus Widodo, Ajis Saleh, Arsono, Arwan Parulian S, Benny Ronald T, Bernauli Pulungan, Budi L. Tobing, Dianthus L. Pattiasina, Erwin Utoyo, Hanung Mahadi, Hardiman Radjab, Harry Susanto, Hilman Syafriadi, Iriantine Karnaya, Kondang Sugito, Nita Nursita, Philips Adimulyo Budiman,Yana WS dan Yani M. Sastranegara.

 

CONTEMPORARY SCULPTURE EXHIBITION

METROSOLID

 

In anticipation of the contemporary development in arts and the awareness of the increasing important role of arts in local as well as global civilization in the future, and in conjunction with the 481st anniversary of the Jakarta City, 20 sculptors, members of the Indonesian Sculptors Association (API) Jakarta chapter, in cooperation with the Jakarta Arts Centre, Taman Ismail Marzuki, Jakarta will organize a sculpture exhibition under the theme of METROSOLID.

 

Kerjasama Antara

 

 

 

Pameran lukis Pena

Klasik Jawa

Karya Herry Novanto

Galeri Cipta III

4 – 10 Juli 2008

Pkl. 10.00 wib s/d 21.00 wib

 

 

Herry Novanto, lahir di Solo pad tahun 1977, akan memamerkan karya lukisnya dalam pameran yang bertajuk Klasik Jawa. Berawal dari kegelisahannya akan semakin pudarnya seni tradisi Jawa dan falsafah yang terkandung didalamnya. Karya-karya Novanto bergaya lukis modern dengan berdasarkan konsep dan ide pada seni tradisional yang direfleksikan pada masa modern. Ia berharap manifestasi lukisan dari idenya dapat menjadi bagian dari budaya dunia sebagaimana budaya kuno Yunani atau renaisans.

 

 

Solo Exhibition Classical Java Drawing Pen

The Works of HERRY NOVANTO

 

Herry Novanto, born in Solo in 1977, will display his solo drawing entitled “Klasik Jawa” or “Classical Java.” His motives are his concern about the fading out of Java traditional arts and philosophies. Novanto’s works take the form of modern drawing with the concepts and ideas based on the traditional arts reflected into the modern times. Herry Novanto expects hat his ideas manifested in drawings would become the culture of the world just like the culture of the ancient Greece or renaissance.