Nama : Aldisar Syafar Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1949 Pendidikan Formal : SR ( SMP (Padang dan Jakarta), SMA XI (Jakarta), Universitas Krisna Dwipayana (tidak
selesai) Pendidikan Non Formal : Kursus Akting yang diselenggarakan oleh
Direktorat Kesenian, Goethe Institute dan USIS Kegiatan Lain : Pengajar akting SMA 34, SMP Al Ihzar,
SMP 85, Universitas Budi Luhur dan Penghargaan: Mengantarkan grup Teater Remaja
Jakarta menjadi pemenang dalam Festival Teater Remaja se-DKI (1973, 1974, 1975) Filmografi : Gara gara, Ranjang Pengantin, Selembut Wajah Anggun, Sekuel Perempuan Berambut Api Misteri Gunung Merapi Sinetron : Abumawas, Lorong Waktu, Seharum Nafasmu Ya Ramadhan (FTV), Jari Lentik, Batu Belah, Jika (FTV ), Andaikan (FTV ), Andai (Balada Dangdut), Sepeda Yahudi (mini seri), Rahasia Illahi, Allah Maha Besar, Jalan Keadilan, Aminah, Orang Orang Pilihan, Layar komedi, Emen Anak pesantren Bernafas Dalam Lumpur (mini seri), Tergoda (FTV) , Sahabat Alam, Kantin Kencan, Bapak, Anak dan Kekasih (FTV), Jin Bangor, Si Dol, Boleh Dong jatuh cinta, Allah Maha Besar, Aduh Suster Idiiih Dokter, Club Cheetah, Jomblo, Bunga-Bunga Pesantren, Batas Imaji, Menggapai Cakrawala, Kunjungi
Sekolahku, Akhirnya Datang Juga, Mengintip Surga Karya Tulis : Sebuah Lagu Untuk Mama |
Seniman Teater Aldisar Syafar Lahir di Bukittinggi,
Sumatera Utara, 12 Agustus 1949. Anak kedua dari delapan
bersaudara. Pendidikannya
formalnya diselesaikan di SR (Sekolah Rakyat) dalam waktu 5 tahun, dikarenakan sering berpindah-pindah sekolah antara lain di Medan, Padang Panjang dan Didunia teater ia
dikenal sebagai salah satu pendiri
dan juga sutradara grup Teater Remaja Jakarta yang didirikannya pada tanggal 11 Maret 1970. Dalam kiprahnya, grup ini menjadi
salah satu grup teater pemenang
dalam Festival Teater Remaja se-DKI Jakarta yang diadakan
oleh Dewan Kesenian Jakarta dan menjadi satu satunya grup teater yang dapat meraih 14 medali emas, perak dan perunggu selama 3 tahun berturut-turut
(1973, 1974 & 1975). Atas prestasinya tersebut grup Teater
Remaja Jakarta dinobatkan menjadi teater senior pada
tahun 1975 serta berhak
mengisi acara di Taman Ismail Marzuki. Grup Teater Remaja
Jakarta juga kerap mengadakan pentas teater keliling
Indonesia, antara lain ke Medan, Padang, Pakanbaru, Palembang, Lampung,
Bogor, Bandung, Semarang, Salatiga, Solo, Yogya, Surabaya, Denpasar, Ampenan,
Banjarmasin, Samarinda serta Makassar. Pernah juga bergabung dengan Teater Popular. Belakangan, ia sering terlibat menjadi
juri pada festival teater. Tahun
1970, Aldisar terjun ke dunia film sebagai penulis skenario dan sekaligus
pencatat script adegan, film Gara-Gara
yang di bintangi oleh grup pelawak Reog BKAK. Meningkat menjadi Unit Manager
dalam film Ranjang Pengantin arahan Teguh Karya. Sempat banting kemudi
keluar dari jalur film dengan menjadi tenaga pemasaran minyak pelumas, lalu
pindah ke perusahaan susu bayi PT. Sari Husada. Namun panggilan jiwa dalam
berkesenian membuatnya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut dan kembali
terjun ke dunia film yang sebelumnya ia tinggalkan. Disamping
terlibat dalam pembuatan film layar lebar, seniman teater yang juga dikenal
sebagai seorang da’i ini, juga membuat sejumlah film dokumenter dan ikut
membuat sinetron. Di sinetron, ia pernah menjadi sutradara maupun penulis
skenario. Tercatat kurang lebih 400 episode sinetron pernah ia kerjakan
diantaranya Seharum Nafasmu Ya Ramadhan,
Abunawas, Lorong Waktu, Oh Mama Oh Papa, dan masih banyak
lagi. Terakhir, ia terlibat dalam sinetron Mengintip Surga (2010),
berperan sebagai seorang Hansip, ditayangkan di salah satu TV swasta
nasional. (Dari Berbagai
sumber) |