Nama :

Azwan Zulfan J. Gontarella

 

Lahir :

Pemantang Siantar,

Sumatera Utara, 1958

 

Pendidikan :

Institut Kesenian Jakarta (1990)

 

Profesi :

Pemain Teater,

Sutradara Teater,

Penata Panggung,

Penulis Naskah Teater,

Anggota Komite Teater DKJ (2003-2006)

 

Karya :

Lenong Milah-Milih (1992),

Topeng Bolak-Balik (1993),

Opera Kambing Item (1993),

Randai Bujang Panjudi (1994),

Menunggu Pak Penting (1994),

Mat Sampeng Jago Palmerah, (1996),

Rumah Candu (2000),

Tana Jang Diriboetken (2001),

Gonjang Ganjing (2002),

 

Penghargaan :

Penulis Naskah Drama Terbaik dalam Lomba Penulisan Naskah Drama Mahasiswa Kopertis (1985),

Aktor Terbaik dalam Festival Teater DKJ (1993)

 

Sutradara Teater

 

 

 

Azuzan  J.G

 

 

Lahir di Pemantang Siantar, Sumatera Utara, tahun 1958, dengan nama lengkap Azwan Zulfan J Gontarella. Semasa kecilnya ia suka nonton wayang kulit dan ludruk orang Jawa yang ada di tanah Deli. Setamat STM tahun 1979 ia merantau ke Indrapura dan berkenalan dengan B.Y. Tand (almarhum), seorang penyair yang kemudian mengajaknya main drama di sanggar Tirta Krishna Indrapura sampai tahun 1982. Tahun 1983 ia menempuh pendidikan teater di Institut Kesenian Jakarta hingga selesai tahun 1990.

 

Di IKJ itu ia menekuni seni peran dari Tati Maliyati dan seni penyutradaraan di bawah bimbingan Wahyu Sihombing dan D. Djajakusuma (alm). Di masa studinya ia mulai aktif sebagai pemain dan penata panggung di group-group Sena Didi Mime, Teater Saja Ikranegara, Studio 17 dan Teater Kanvas.

 

Dalam ajang lomba, ia pernah masuk dalam kategori Penulis Naskah Drama Terbaik dalam Lomba Penulisan Naskah Drama Mahasiswa yang diselenggarakan Kopertis (1985), dan sebagai salah seorang Aktor Terbaik dalam Festival Teater Luwes IKJ dalam rangka ujian akhir mahasiswa

 

Pengetahuan eksplorasi gerak pertama kali diperoleh dari Sentot Sudiharto, I Wayan Diya, dan Sardono W. Kusumo. Tahun 1989 ia berkesempatan memperoleh ilmu gerak dari Milan Sladek, tokoh pantomim asal Praha yang kini bermukim di Koln. Untuk mengembangkan pengetahuannya ia mempelajari Drama Therapy dari Sandra Kempen, sarjana antropologi dari Belanda yang dinikahinya tahun 1996.

 

Berbekal pengetahuan eksplorasi gerak dan Drama Therapy, tahun 1995 ia menghibur anak-anak cacat mental di Sparrenheuvel Bosch en Duin, sebuah kota kecil di provinsi Utrecht, Belanda. Sekembalinya ke tanah air ia sering diundang sebagai instruktur teater oleh dinas kebudayaan DKI untuk berbagai pelatihan-pelatihan seni teater, dan bergabung dengan Tri Sutji Kamal Ensemble melakukan lawatan ke Tokyo memenuhi undangan Setagaya Public Theatre sebagai salah seorang peserta dalam Asian Collaboration Theatre, sebuah proyek Kolaborasi Teater Asia yang disponsori Japan Foundation.

 

Dalam perjalanan karirnya, selain menyutradarai naskah asing terjemahan, ia menulis naskah sendiri dan mementaskannya dengan semangat teater tradisional. Karya-karya yang ditulisnya sendiri itu dipentaskan bersama Sandiwara Situasi Masyarakat (Smas), group yang didirikannya bersama teman-teman sekampus tahun 1991. sejak tahun 1991 sampai kini bersama Smas ia telah mementaskan karyanya di berbagai tempat, mulai dari Desa Klapanunggal Cileungsi, Panti Asuhan Senen, Pelataran Parkir TIM, Art Center Denpasar, UKM Malaysia dan Pusat Kebudayaan Jepang Jakarta dan GKJ.

 

Dalam Festival Nasional Teater 1996 di Bandung, ia bersama kelompok Smas mewakili DKI Jakarta dan berhasil terpilih sebagai Group Penyaji Terbaik. Selain aktif sebagai sutradara di panggung-panggung teater, Azuzan JG menyutradarai drama radio Menteng Pangkalan, sebuah proyek kemanusiaan resolusi konflik dari Common Ground Indonesia, dan anggota Komite Teater DKJ 2003-2006 (mengundurkan diri).

 

Azuzan J. G bersama keluarga, sejak tahun 2005 menetap di Gouda, sebuah kota kecil di Belanda.

 

(Kebijakan & Kontroversi Dewan Kesenian Jakarta 2003-2006)