Nama : Agung Setyadi
bin Darjono Hadjiwidjojo Lahir : Tulungagung, Jawa Timur, 29 April 1961 Wafat : Pendidikan : Fakultas Sastra Universitas Profesi : Pemain Teater, Sutradara Teater, Penulis Naskah Teater, Copywriter Karya Puisi : Pejalan Kaki, Tiga Cermin Kecil (Kumpulan Bertiga), Sehingga Kabut (Kumpulan Tunggal) Karya Naskah Teater : Wisanggeni Berkelebat, Dari Seberang
Cuaca (terdiri dari empat naskah
pendek), Seorang Anak Menangis, Palaganada-Di Negeri Cinta, Jejak Surga, Julung Sungsang, Republik Anturium, Raung Kuda Piatu, Durna Rumangsa, World In My Feet, Questioning Ekalaya Naskah Sinema
Elektronik : Kotak Sendiri |
Seniman
Teater Ags. Arya
Dipayana Dikenal sebagai seniman teater, penyair sekaligus cerpenis. Mas Adji, nama panggilannya,
lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 29 April 1961. Mulai berkesenian di bangku sekolah lanjutan dengan menulis cerita-cerita pendek, kemudian juga puisi. Sempat
bekerja sebagai redaktur tamu di majalah Hai
dan Zaman, kemudian sebagai copywriter di
beberapa biro iklan sebelum akhirnya memilih menjadi ‘pengangguran. Berkuliah di Fakultas Sastra
Universitas
Saat ini, ia masih aktif
menyutradarai pementasan-pementasan
Teater Tetas. Naskah-naskah drama yang ditulisnya
diantaranya Wisanggeni Berkelebat, Seorang Anak Menangis, Palaganada : Dari Negeri Cinta, Jejak Surga, Julung Sungsang dan Raung Kuda Piatu
(2009). Selama ini,
dia melihat teater seringkali hanya berpatokan pada dialog untuk bisa menyampaikan pesan. Padahal, Aji, nama panggilannya,
mengibaratkan sebuah pertandingan sepakbola. Tanpa ada penjelasan
verbal, penonton bisa menikmati pertandingan itu, bahkan terlibat
secara emosional. Begitu pun dalam teater. Ia menawarkan
berbagai peristiwa lain hilir mudik
di antara narasi cerita yang dominan, dan ia menyerahkan semuanya pada interpretasi penonton. Menurutnya, tentang penyertaan beberapa selebriti di sebuah pementasan bukan semata-mata untuk pencapaian artistik. Wafat pada Selasa malam,
1 Maret 2011, sekitar pukul 22.30 wib, saat memberikan lokakarya teater di Purwakarta, Jawa Barat, dalam
usia 49 tahun. Meninggalkan
seorang istri dan dua orang
anak, Azka dan ammar. Jenazah
dimakamkan keesokan harinya di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. (Dari
Berbagai Sumber) |