|
Sutradara Film Frank Rorimpandey Termasuk perokok berat,
Frank Rorimpandey sehari bisa menghabiskan 5 bungkus rokok kretek. Tak cuma
itu, Pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia tahun
1980 untuk penyutradaraannya
dalam film Perawan Desa itu bahkan pernah
pantang makan nasi selama 4 tahun. Untuk apa, tak dijelaskannya.
Yang pasti, baru mulai Desember 1980 ia makan nasi
lagi. Karir film lelaki kelahiran Tak heran jika
kemudian, awal 60-an, ia hijrah ke
Dua tahun kemudian,
ia menjadi pembantu sutradara Nico Pelamonia dalam film Yang JatuhDi Kaki Lelaki. Di tahun yang sama, ia ikut
bermain dalam film Laki-laki Pilihan.
Dua tahun kemudian,ia bermain
dalam film Semalam Di Malaysia. Sebelum
itu, di tahun 1974, ia sudah dipercaya untuk menjadi sutradara penuh dalam Ita Si Anak Pungut.
Lalu, berturut-turut ia menggarap Mutiara (1977), Sum Kuning judul
ini kemudian diganti Perawan Desa (1978),
Bayang-bayang Kelabu (1979), Selamat
Tinggal Masa Remaja (1980). Akan teapi karir
sutradara yang bernama kecil Toto ini tidak mulus. Filmnya Perawan Desa yang dalam FFI’
1980 mendapatkan pula Piala
Citra untuk skenario (Putu Wijaya), editing (Cassim Abbas) dan film terbaik itu, berkali-kali mendapat hambatan. Sejak awal pembuatannya,
film yang berangkat dari kisah nyata perkosaan
terhadap gadis penjual telur di Yogya, Sum Kuning, di tahun
1970, itu sudah mengalami banyak hambatan. Pemerintah Daerah
Yogyakarta, khususnya aparat
kepolisian, tak menyetujui pembuatan film itu. Sesudah film itu bisa diselesaikan
juga, dengan perubahan di sana-sini, namin Badan Sensor Film tak segera meloloskannya. Film itu ditahan selama
2 tahun, sehingga gagal diikutsertakan pada FFI 1979. Baru setelah 16 kali disensor dan produser bersedia mengubah beberapa adegannya, akhirnya diloloskan. Meskipun begitu meski sudah memperoleh
banyak Piala Citra dan dinyatakan sebagai film terbaik Pemerintah Daerah Yogyakarta tetap tak mengizinkannya
beredar di wilayahnya. Entah karena kapok menggarap tema semacam itu, Belakangan Frank memilih menggarap
film-film bertema remaja.
“Kalau saya
ngotot pada satu tema tertentu,
bisa-bisa nggak ada produser yang mau kerja sama,” katanya. (Apa&Siapa
Sejumlah Orang Indonesia
1981-1982) |
Nama : Frank Rorimpandey Lahir : 9 Desember
1945 Pendidikan : ATNI Profesi : Wartawan mingguan
Film Purnama, Staff Produksi
PT. Tuti Mutia Film, Sutradara Film Filmografi : Masa Topan dan Badai (1963), Fadjar Di Tengah Kabut (1966), 2 X 24 Djam
(1967), Ananda (1970), Laki-Laki Pilihan
(1973), Yang Jatuh
Di Kaki Langit (1973) Ita Si Anak Pungut (1974), Semalam Di
Malaysia (1975), Lonceng Maut
(1976), Mutiara (1977), Perawan Desa
(1978), Bayang – baying Kelabu
(1979), Selamat Tinggal
Masa Remaja (1980), Kabut Sutra Ungu
(1981), Tapak-Tapak Kaki Wolter
Monginsidi (1982), Arie Hanggara
(1985), Akibat Kanker
Payudara (1987), Mutiara di Khatulistiwa (1990) Sinetron : Cinta Tebak Manggis (1991), Jinak-Jinak Merpati
(1992), APSARI (1993), Seri Opera Sabun
Colek (1994), Kabut Asmara di
Pondok Songka (1995), Saskia (1996), Kawinnya Juminten
dan Martubi (1997) Penghargaan : Aktor Pendatang
Baru Terbaik FFI 1966. Pemenang Piala
Citra Festival Film |