|
Aktor Teater Slamet Gundono Slamet Gundono, harus diakui sebagai dalang muda yang kreatif. Sebagai pengagum Ki Nartosabdho (alm), ia ingin menjadi dalang wayang kulit yang bergaya klasik. Kemampuan dan karakter vokalnya cukup bagus, bahkan bisa disebut reinkarnasinya Ki Narto. Soal olah gerak boneka wayang alias sabet juga standar. Hanya, dia
kalah dalam persaingan antar-dalang. Lobi dan jaringan
dengan konsumen dan broker
sudah dikuasai dalang-dalang mainstream,
yaitu Ki Manteb Sudharsono dan Ki Anom
Suroto untuk Slamet Gundono
adalah dalang yang sering disebut-sebut mbeling. Ia adalah dalang yang cerdas, yang tidak tunduk pada aturan
Pertunjukan gado-gado
seperti itu sudah merebak di Tanah Air. Banyak yang melakukannya. Namun, ada satu
kekuatan yang dimiliki Slamet dan kawan-kawannya
sehingga pertunjukannya tetap memikat dan enak ditonton.
Setidaknya ada empat unsur yang menjadi kekuatan dalam pertunjukan Slamet. Pertama, Slamet Gundono selalu memasukan unsur humor namun tidak dengan maksud melawak. Kedua, sebagaimana
layaknya dalang konvensional yang pandai menembang, Slamet Gundono yang setiap kali pentas selalu ditemani ukulele, pandai menembang dengan suara yang merdu. Kepandaiannya ini membuat narasi yang disampaikan, jadi lebih memikat, dengan tingkat penghayatan yang tepat. Ketiga, sekalipun lakon yang dibawakan bernuansa surealis, namun alur cerita
yang dibangun masih ada benang merahnya,
sehingga penonton dapat mengikuti jalan cerita yang dibentangkan. Keempat, Slamet
selalu mengusahakan pertunjukannya berlangsung secara komunikatif. (Dari Berbagai
Sumber) |
Nama : Slamet Gundono Lahir : Tegal, Jawa Tengah 19 Juni 1966 Pendidikan : Madrasah Aliyah
Pondok Slawi, Tegal, (1987 -1989), IKJ Jurusan Teater STSI Profesi : Dalang Teater
Wayang Penghargaan : Penghargaan I atas
Pentas Eksperimen Wayang 45 Menit”dalam Acara Festival Senimania Republika yang diselenggarakan oleh Harian Republika
di Taman Ismail Marzuki – Karya Tulis
: Presiden Buruh Rakyat (2009) |