Nama
: Sumatera Utara, 7
Mei 1943 Pemimpin
Redaksi Majalah Horison Penghargaan Sastra Pemerintah DKI (2000) Penghargaan Khusus Kompas atas kesetiaan dalam penulisan cerpen, Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2001), Pemenang
Cerita Anak Terbaik 75 tahun Balai Pustaka (2001), SEA Write Award (2008) Karya
Tulis : Sebuah
Nyanyian di Rambung Tua (1959), Ketika
Lampu Berwarna Merah (1981), Lukisan
Perkawinan (1982), Cemara
(1982), Sampah
Bulan Desember, Sukri
Membawa Pisau Belati, Umur
Panjang Untuk Tuan Joyokoroyo (2001), Senyum
Seorang Jenderal (2001), Maukah
Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu |
Sastrawan
Hamsad Rangkuti
Hamsad Rangkuti telah lama
malang-melintang dalam dunia sastra. Dengan cerpen-cerpennya, ia turut
mewarnai kesusastraan
Kehidupan yang
kurang beruntung, mengharuskan Hamsad membantu ibunya ikut mencari makan
dengan menjadi penjual buah di pasar. Selain, bekerja sebagai buruh lepas di
perkebunan tembakau. “Dulu belum ada semprotan Tak mampu
berlangganan koran dan membeli buku, Hamsad terpaksa membaca koran tempel di
kantor wedana setempat. Di sanalah ia berkenalan dengan karya-karya para
pengarang terkenal seperti Anton Chekov, Ernest Hemingway, Maxim Gorki, O.
Henry, dan Pramoedya Ananta Toer. Dari sini pula kepengarangannya tumbuh dan
berkembang. Masih di SMP di Tanjungbalai, Asahan, ditahun 1959, ia menghasilkan
cerpennya yang pertama, Sebuah Nyanyian di Rambung Tua, yang
dimuat di sebuah koran di Hamsad lalu bekerja sebagai
pegawai sipil Kantor Kehakiman Komando Daerah Militer II Bukit Barisan di
Medan. Tapi hasrat menjadi pengarang lebih besar daripada bertahan sebagai
pegawai. Saat itu kebetulan akan berlangsung Konferensi Karyawan Pengarang
seluruh Indonesia (KKPI) di
Kini Hamsad telah mencapai cita-citanya menjadi penulis cerpen yang berhasil. Sejumlah cerpennya telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Sampah Bulan Desember yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Sukri Membawa Pisau Belati yang diterjemahkan kedalam bahasa Jerman. Dua cerpen dari pemenang Cerita Anak Terbaik 75 Tahun Balai Pustaka tahun 2001 ini, Umur Panjang Untuk Tuan Joyokoroyo dan Senyum Seorang Jenderal pada 17 Agustus dimuat dalam Beyond the Horizon, Short Stories from Contemporary Indonesia yang diterbitkan oleh Monash Asia Institute. Tiga kumpulan cerpennya Lukisan Perkawinan dan Cemara di tahun 1982 serta Sampah Bulan Desember di tahun 2000, masing-masing diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan, Grafiti Pers, dan Kompas.
Novel pertamanya, Ketika
Lampu Berwarna Merah memenangkan sayembara penulisan roman DKI, yang
kemudian diterbitkan oleh Kompas pada 1981. Bagi Hamsad, proses kreatif lahir
dari daya imajinasi dan kreativitas. Sehingga ia pernah bilang pada suatu
seminar di
(Dari Berbagai Sumber) |