|
Aktor Maruli Sitompul Saya punya
anak tiga, belum pernah saya menjenguk kampung halaman tempat saya dilahirkan, ujarnya. Bisa dimaklumi, memang tidak sedikit anggaran yang harus disediakan untuk membawa anak-istri pulang ke Sumatera Utara. Tapi ternyata kampung halaman yang dimaksudkannya itu bukan di tepian
Danau Toba, melainkan Pada usia kecil, ia sudah dibawa ayahnya pindah ke
Ponorogo. Sebenarnya ayahnya ingin agar Maruli masuk sekolah pendeta. Tapi
selesai dari SMA, ia malah memilih sekolah Musik Indonesia. Tak selesai,
Maruli pindah ke Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (Asdrafi) di
Yogyakarta. Rupanya di situlah awal ia terjun ke dunia film. Ketika itu
keadaan ekonomi keluarga sedang tak seberapa cerah. Di samping membiayai
hidupnya sendiri, Maruli merasa bertanggung jawab pula atas seorang adik yang
masih berkuliah. Sementara itu, Sundjoto Adibroto sedang mencari-cari pemain
untuk film yang akan disutradarainya,Tangan-tangan
yang Kotor tahun 1963, Maruli melamar jadi pemain dan langsung
diterima. Inilah film pertamanya Bersama Sanggar Bambu 59, ia aktif dalam kegiatan drama
dan ikut pementasan keliling. Pada tahun 1966, ia muncul dalam film
dokumenter keluaran Departemen Penerangan, Gugur Daun Kembali Bersemi. Permainannya yang menonjol dalam
film Si Buta dari Gua Hantu
tahun 1970, yang mengantar Maruli meraih gelar Aktor Harapan Terbaik pada
pemilihan The Best Actor PWI Jaya
tahun 1971. Maruli yang sudah membintangi 37 judul film menerima gelar Aktor
Terbaik II di FFI tahun 1979. Ia menyatakan tak bernafsu lagi
merebut gelar sebagai aktor. Maruli beruntung memiliki volume suara yang
bagus. Dengan modal itu, di samping bermain film ia juga banyak diminta
menjadi pengisi suara dalam beberapa film. (Apa&Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1981-1982) |
Nama : Hisar Sahat Maruli Sitompul Lahir : Cilacap, Jawa Tengah, 21 Desember 1937 Pendidikan : Sekolah Musik Indonesia, Akademi Seni Drama dan Film di Yogyakarta Profesi : Aktor Filmografi : Tangan-tangan Jang Kotor (1963), Gugur Daun
Kembali Bersemi (1966), Petir Sepandjang
Malam (1967), Bernafas Dalam
Lumpur (1970), Si Buta dari Gua Hantu (1970), Tuan Tanah Kedawung (1970), Pandji Tengkorak (1972), Mencari Ayah (1973), Ratapan Si Miskin (1974), Senyum di Pagi Bulan Desember (1974), Saijah Dan Adinda (1975), Kampus Biru (1976), Nafsu Serakah (1977), Terminal Cinta (1977) Kembang-kembang Plastik (1977), Pembalasan Guna-Guna Isteri Muda (1978), Kabut Sutra Ungu (1979), November 1828 (1979), Selamat Tinggal Duka (1980), Sekuntum Mawar Putih (1981), Dibalik Kelambu (1982), Budak Nafsu (1983), Secangkir Kopi Pahit (1984), Jejak Pengantin (1984), Tari Kejang (1985), Opera Jakarta (1985) Penghargaan : Aktor Harapan Terbaik pada The Best Actor PWI Jaya tahun 1971, Aktor Terbaik II FFI 1979 |