|
Aktor Teater
Tradisional Aries Mukadi Lahir dari keluarga pemain ketoprak. Selama mengandung dirinya, ibu Aries tetap bermain ketoprak. Pada saat pentas
dari panggung ke panggung. Aries kecil selalu menyertai kedua orangtuanya bermain ketoprak, pindah dari satu panggung
ke panggung yang lain di daerah Jawa
Timur. Perjalanan waktu yang relatif singkat mengantarnya naik ke atas
panggung, mengikuti jejak kedua orang
tuanya. Saat berusia delapan tahun, ia tak lagi
sebatas menemani, tapi juga ikut
bermain. Di usia 10 tahun, Aries menjadi pemain wayang orang dan ketoprak Dharmo Carito, Di tengah zaman yang terus berubah, Aries terus dalam kebiasaan masa kecilnya. Ia tetap bermain
dan menyutradarai wayang dan ketoprak.
Dari profesi ini pula ia menjadi pengajar
di Institut Kesenian Di bidang lain, Aries punya prestasi mengagumkan. Berulang kali ia juara pencak silat. Ayah enam anak dan sembilan
cucu ini pernah tercatat peraih medali emas pencak silat
PON untuk DKI Jakarta dan
medali perunggu pada PON VII Surabaya. Kemampuan
itu pula yang membawanya bisa mengambil peran di dunia
film, sebagai pemain dan penata laga.
Aries optimistis
akan kelangsungan seni ketoprak. “Saya yakin ketoprak
dan wayang masih ada selama
Pulau Jawa masih ada,”ucapnya. Keyakinan itu dikuatkan dari pengalamannya menyaksikan pementasan seni tradisi di negara
lain. “Kesenian tradisional
ini lebih indah. Saya sudah
melihat pementasan di luar negeri,
rasanya lebih kaya wayang dan
ketoprak,” ujar pemimpin grup Wayang Orang Bharata ini. Atas kiprahnya
dalam pelestarian dan pengembangan seni tradisional khususnya teater tradisional ketoprak, pemerintah Propinsi DKI Jakarta
memberinya Anugerah Budaya pada tahun
2007. (Berbagai sumber) |
Nama : Aries Mukadi lahir : 29 April 1948 Pendidikan : STM di
Jakarta Profesi : Pemain Ketoprak, Sutradara Ketoprak, Pengajar di Institut Kesenian Jakarta Filmografi : Selir Adipati Gendra Sakti (1991), Jaka Geledek
(1983) Penghargaan : Meraih medali
emas pencak silat untuk Propinsi
DKI pada PON VII (1972), Penerima Anugerah
Budaya dari Pemerintah Propinsi DKI |