Aktor Teater Tradisional

Aries Mukadi

 

 

 

Lahir dari keluarga pemain ketoprak. Selama mengandung dirinya, ibu Aries tetap bermain ketoprak. Pada saat pentas dari panggung ke panggung. Aries kecil selalu menyertai kedua orangtuanya bermain ketoprak, pindah dari satu panggung ke panggung yang lain di daerah Jawa Timur. Perjalanan waktu yang relatif singkat mengantarnya naik ke atas panggung, mengikuti jejak kedua orang tuanya.

 

Saat berusia delapan tahun, ia tak lagi sebatas menemani, tapi juga ikut bermain. Di usia 10 tahun, Aries menjadi pemain wayang orang dan ketoprak Dharmo Carito, Surabaya. Sepuluh tahun berselang, di usia 20 tahun, Aries tak lagi sebatas bermain. Ia telah menjadi sutradara dan penulis naskah wayang dan ketoprak. Cerita-cerita legenda dan dongeng dari abad ke-6 yang kerap menjadi latar cerita ketoprak, kini dihafalnya di luar kepala. Termasuk 99 judul besar kisah Majapahit dan Gajahmada. “Saya pintarnya dari buku-buku orang pintar, membaca tulisan sejarah yang berhubungan dengan ketoprak”,ucapnya.

 

Di tengah zaman yang terus berubah, Aries terus dalam kebiasaan masa kecilnya. Ia tetap bermain dan menyutradarai wayang dan ketoprak. Dari profesi ini pula ia menjadi pengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), mengajarkan teater tradisional ketoprak, meski ia sendiri hanya lulusan STM di Jakarta.

 

Di bidang lain, Aries punya prestasi mengagumkan. Berulang kali ia juara pencak silat. Ayah enam anak dan sembilan cucu ini pernah tercatat peraih medali emas pencak silat PON untuk DKI Jakarta dan medali perunggu pada PON VII Surabaya. Kemampuan itu pula yang membawanya bisa mengambil peran di dunia film, sebagai pemain dan penata laga.

 

Aries optimistis akan kelangsungan seni ketoprak. “Saya yakin ketoprak dan wayang masih ada selama Pulau Jawa masih ada,”ucapnya. Keyakinan itu dikuatkan dari pengalamannya menyaksikan pementasan seni tradisi di negara lain. “Kesenian tradisional ini lebih indah. Saya sudah melihat pementasan di luar negeri, rasanya lebih kaya wayang dan ketoprak,” ujar pemimpin grup Wayang Orang Bharata ini.

 

Atas kiprahnya dalam pelestarian dan pengembangan seni tradisional khususnya teater tradisional ketoprak, pemerintah Propinsi DKI Jakarta memberinya Anugerah Budaya pada tahun 2007.  

 

                          (Berbagai sumber)

Nama :

Aries Mukadi

 

lahir :

Surabaya, Jawa Timur,

 29 April 1948

 

Pendidikan :

STM di Jakarta

 

Profesi :

Pemain Ketoprak,

Sutradara Ketoprak,

Pengajar di Institut Kesenian Jakarta

 

Filmografi :

Selir Adipati Gendra Sakti (1991),

Jaka Geledek (1983)

 

 

Penghargaan :

Meraih medali emas pencak silat untuk Propinsi DKI pada PON VII (1972),

Penerima Anugerah Budaya dari Pemerintah Propinsi DKI Jakarta (2007)