Nama : Ridwan
Effendy Lahir : Makassar,
17
September 1959 Pendidikan : Fakultas
sastra Universitas Hasanuddin (1985), S-2
Ilmu Susastra pada Program Pascasarjana Universitas Penghargaan : Sutradara
terbaik Festival Teater Mahasiswa se-Indonesia Timur (1984), Pemenang
Lomba Kritik Film Pemenang Lomba Kritik Film Karier : Dosen
FIB Unhas (1987), Dosen
UI Dosen
IKJ, Ketua
Harian Dewan Kesenian Makassar (1997-2002), Sekretaris
Dewan Kesenian Sulawesi Selatan (2000-2004) Wakil
direktur Badan Pengelola Gedung Kesenian Societeit de Harmonie (2000-2003), Manajer
program acara Badan
Pengelola Gedung Kesenian Societeit de Harmonie |
Seniman
Teater Ridwan
Effendy Seniman
teater kelahiran Karir
teaternya di mulai tahun 1974, ketika ia bergabung sebagai pemain di Teater Buana pimpinan S. Jamalul Alam
Tinggi, yang kerap pentas di Taman Hiburan Rakyat Pada
tahun yang sama ia menjadi sutradara terbaik dalam Festival Teater Mahasiswa
se-Indonesia Timur pada lakon Orang Gila di Atas Atap karya sastrawan Jepang,
Kikuchi Khan. Dengan lakon itu pula ia membawa TKU berpentas di Taman Ismail
Marzuki, sebagai finalis lomba teater dalam Porseni mahasiswa tingkat
nasional. Ridwan
ikut mendirikan Asosiasi Teater Jakarta (ATJ) tahun 1995. Pada tahun 1996 ia
menjadi ketua Panitia Jambore Teater di Bumi Perkemahan Cibubur. Acara ini
diikuti oleh lebih dari 100 grup teater dari berbagai daerah di Pada
tahun 1997, Ridwan terpilih menjadi Ketua Harian Dewan Kesenian Makassar
(DKM) 1997-2002. Ia juga salah satu tokoh yang berhasil “memaksa” Pemerintah
Propinsi Sulawesi Selatan memfungsikan kembali Societeit de Harmonie sebagai
gedung kesenian. Pada
periode awal kepengurusan Badan Pengelola Gedung Kesenian Societeit de
Harmonie (2000-2003) yang semuanya para tokoh dan seniman. Ridwan menjabat
sebagai wakil direktur. Namun pada periode kepengurusan selanjutnya, pimpinan
Gedung Kesenian Societeit de Harmonie dijabat oleh birokrat Pemerintah
provinsi Sulawesi Selatan. Dia menjadi manajer program acara, yang
dijalankannya selepas mengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Hasanuddin. Kiprah
Ridwan menggairahkan kesenian lewat pementasan di gedung berkapasitas 300
penonton itu setidaknya mengimbangi gersangnya Kota Makassar akan kontemplasi
seni-budaya. Gedung Kesenian Societeit de Harmonie pun berfungsi sebagai
ruang interaksi para seniman ataupun dengan orang dari beragam kalangan.
Gedung itu tak sekedar fasilitas berkesenian, tetapi juga semacam “oase” atau
“kantong budaya” di tengah kegalauan hidup sehari-hari. Ridwan
Effendy juga menulis laporan dan kritik seni pada Koran Republika (Berbagai Sumber) |