Nama
: Rudolf
Puspa Lahir
: Solo,
Jawa Tengah, 29
Juni 1947 Pendidikan
: SD Kanisius, Solo, (1953-1960), SMP Bintang laut, Solo, (1960-1962), SMA Negeri II, Margoyudan Solo (1962-1966) Karier
: Karyawan PKJ-TIM (1968-1971) Karya
: Jing Jong(1978),
Wayang Dalang
Siapa Dalang (1979), Suara Kartini
(1982), Sang Limbah (1992), Reketek-Reketek (1979), Konser Raya
(1991), The Expression (1996), We Are the World (2004). |
Seniman Teater Rudolf
Puspa Lahir di Solo, 29 Juni
1947, anak sulung dari suami yang berprofesi sebagai guru SMP. Rekaman masa bayi yang didengar dari ayahnya serta masa kecil
yang masih di ingat sangat mempengaruhi kepribadiannya, yakni :
ibunya mendekap bayi kecil tengah
malam berjalan melalui rel kereta
api Ketika harus mengungsi
ke Ibunya wafat ketika
ia masih usia remaja yang butuh kasih ibu.”Kasih”
menjadi suatu pencarian hidupnya yang merupakan daya tahan hidupnya hingga kini. Bapaknya adalah panis dan banyak
menulis lagu serta memiliki kelompok konser klasik kecil-kecilan serta cerita bahwa ibunya pemain drama komedi yang disenangi disekolah juga menambah bakat seni mengakir
dalam dirinya begitu kuat. Semua rekaman masa kecilnya itu membuat mudah
terharu melihat kesengsaraan disekitarnya dan ingin menyuarakan
kepada dunia. Itulah salah satu alasan memilih
teater.
Beberapa naskah besar
telah ditulis selama berkeliling yakni Jing Jong tahun 1978, Para
Topeng tahun
1979, Wayang, Dalang
Siapa Dalang tahun
1979, Konser Raya tahun 1991, The
Expression tahun 1996, We Are the World
tahun 2004. Naskah pendek, Reketek-Reketek
tahun 1979, Suara
Kartini tahun
1982, dan Sang Limbah
di tahun 1992, dan sejumlah naskah pendek untuk televisi di Balikpapan, naskah panggung yang diminta kelompok setempat untuk studi akting.
Menulis naskah drama karena kebutuhan batiniah serta pemikirannya tentang apa yang ditangkap dalam perjalanan kelilingnya sering tidak menemukan karya pengarang naskah yang tepat. Beberapa saduran juga dilakukan seperti Bantal Ajaib karya Yukio Misima, Badak-Badak karya Eugene Lonesco, Komidi Don Yuan karya Moliere, Romeo
Juliet, karya W. Shakespere
yang Mulia Sampar karya Albert Camus.*** (Klinik Jiwa) |