Nama
: Sanusi Pane Lahir
: Muara Sipongi, Tapanuli, Sumatera Utara, Pendidikan
: HIS
dan ELS Padang Sidempuan,
Tanjungbalai, Sibolga, MULO
Kweekschool,
Rechtshogeschool
bagian Othonlogi Karier
: Guru, Redaktur
majalah Timbul (1929-1930), Pemimpin
surat kabar Kebangunan (1941), Redaktur
Balai Pustaka Karya
Tulis : Pancaran
Cinta (1926), Prosa Berirama (1926), Puspa Mega (1927) Kumpulan
Sajak (1927), Airlangga
(1928), Eenzame
Caroedalueht (1929), Madah Kelana (1931), Kertajaya
(1932), Sandhyakala
Ning Majapahit (1933), Manusia
Baru (1940) |
Sastrawan Sanusi Pane Sastrawan Sanusi Pane dilahirkan
di Muara Sipongi, Tapanuli, Sumatera Utara, 14 November 1905. Ia
menempuh pendidikan
formal di HIS dan ElS di Padang
Sidempuan, Tanjungbalai, Sibolga, Sumatera Utara. Kemudian
melanjutkan ke Mulo di Pada Tahun 1929-1930 ia
mengunjungi Dalam banyak hal
Sanusi Pane adalah
antipode dari Sutan Takdir Alisjahbana. Berbeda dengan Takdir yang menghendaki coretan yang hitam dan tebal”dibawah pra-Indonesia, yang dianggapnya
telah menyebabkan bangsa Sanusi Pane banyak mengarang
buku, diantaranya ; Pancaran Cinta
dan Prosa
Berirama ditahun 1926, Puspa Mega
dan Kumpulan
Sajak ditahun
1927, Airlangga”drama dalam bahasa Belanda, pada tahun 1928, Eenzame
Caroedalueht, drama dalam
bahasa Belanda ditahun 1929, Madah
Kelana dan kumpulan sajak yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1931, naskah drama Kertajaya
ditahun 1932, naskah
drama Sandhyakala Ning Majapahit”pada tahun
1933, naskah drama Manusia
Baru yang
diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 1940. Selain itu, ia juga
menterjemahkan dari bahasa Jawa kuno
kekawin Mpu Kanwa dan Arjuna
Wiwaha yang diterbitkan oleh Balai Pustaka
tahun 1940.*** (Dari
Berbagai Sumber) |