|
Seniman Teater Sitok Srengenge Pria kelahiran
22 Agustus 1965 di Desa Dorolegi, Kecamatan Godong, Kabupaten Purwodadi-Grobogan, Jawa Tengah, mulai mendalami seni peran di
teater SMP Demak dan SMA 1 Semarang. Setelah lulus SMA, tahun 1985, ia mendaftar ke jurusan Teknik
Nuklir UGM, tapi tidak diterima. Setelah gagal masuk ke UGM, ia kembali ke
kampung. Waktu itu ia mengalami
pergulatan bathin antara ingin menolong keluarga dengan menjadi pegawai yang berkedudukan penting dan keinginannya
untuk mendalami kesenian. Akhirnya ia lebih memilih
mengambil jalur kesenian. Ia kemudian pergi ke Setahun ikut Rendra, ia memberanikan
diri meminta beasiswa, karena pada waktu itu
Bengkel Teater Rendra memberikan beasiswa kepada beberapa orang yang ingin bersekolah. Ia mendapatkan beasiswa sampai kuliah selesai di IKIP Negeri Jakarta Jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia, sore harinya ia ikut
kursus filsafat di STF (Sekolah Tinggi Filsafat). Selain aktif bermain teater, Sitok juga pernah
menjadi dosen Institut Kesenian Jakarta
(IKJ), pendiri komunitas Gorong-gorong Budaya, pendiri Teater Matahari dan salah satu pendiri
Komunitas Utan Kayu, serta mengelola
penerbitan KATAKI . Ia juga dikenal sebagai seorang penyair yang telah menerbitkan empat buku puisi Persetubuhan
Liar, Anak Jadah, Nonsens, Ambrosia, satu
novel Menggarami Burung Terbang dan satu teenlit. (Dari Berbagai Sumber) |
Nama
: Sitok Srengenge Lahir
: Desa Dorolegi,
Kecamatan Godong, Kabupaten Purwodadi-Grobogan, Jawa Tengah,
22
Agustus 1965 Pendidikan
: SMP
(Demak), SMA
1 ( IKIP
Negeri Jakarta Jurusan Sastra dan Bahasa
Indonesia, Kursus Filsafat di STF (Sekolah Tinggi Filsafat) Aktivitas
Lain : Dosen IKJ, Pendiri komunitas Gorong-Gorong Budaya, Pendiri Teater Matahari, Pendiri Komunitas Utan Kayu, Pengelola penerbitan KATAKI Karya Tulis : Persetubuhan
Liar, Anak Jadah, Nonsens, Ambrosia, Menggarami Burung Terbang Filmografi : Sang
Pencerah (2010)
Penghargaan
: Leader
of Millennium dalam bidang
sosial budaya dari majalah
Asianweek (2000) |