Nama
: Sotardji
Calzoum Bachri Lahir
: Riau,
24 Juni 1941 Pendidikan
: FISIP
Unpad jurusan Administrasi Negara Profesi
: Redaktur, Penyair Karya
Tulis : O
(1973), Amuk
(1977), Amuk
(1979), O
Amuk Kapak (1981) Penghargaan Kumpulan
sajak Amuk (1977), memenagkan hadiah puisi DKJ 1976/1977, Hadiah
Sastra ASEAN (1979), Hadiah
Seni (1993), Anugerah
Sastra Chairil Anwar dan dianggap sebagai pelopor angkatan 70-an (1998), Anugerah
Akademi Bakrie
Award dalam bidang kesusastraan (2008) |
Sastrawan Soetardji Calzoum Bachri Pria
kelahiran Riau, 24 Juni 1941 ini digelari Presiden Penyair Namun,
kalau berbicara soal Sajak-sajak
Soetardji Caloum Bachri dianggap fenomenal karena ia menemukan bahasa
pengucapannya sendiri dan sekaligus menciptakan konsep dan pengertian baru
tentang bahasa sajak. Ia terus berpetualang dalam mengolah bahasa pengucapan
sajaknya. Pada awal kepenyairannya, kira-kira akhir tahun 1960-an dan awal
1970-an, karya-karya Soetardji Calzoum Bachri tidak saja sekedar fenomenal,
tetapi juga sekaligus kontroversial. Karya-karya
sajaknya menjadi perdebatan antara yang setuju dan yang menolak
karya-karyanya. Meskipun secara keseluruhan pengabdian Soetardji di bidang
kesusastraan lebih tampak pada persoalan kepenyairan, tetapi tidaklah berarti
ia hanya semata-mata menulis sajak. Soterdji beberapa kali mempublikasikan
cerita pendeknya. Sebagai penyair Soetardji hanya menjaga sepanjang tidak
mengganggu kebebasannya agar kehadirannya yang bebas sebagai pembentuk pengertiannya
sendiri dan bisa mendapatkan aksentuasi yang maksimal. (Berbagai
sumber) |