|
Seniman Teater Iman Soleh Seniman asal Tahun 1998-2006, Iman
Soleh telah berkeliling ke berbagai kelompok teater di Jepang,
Philiphina, Perancis, Iman Soleh adalah motor penggerak untuk seluruh kegiatan teater CCL. Sebagai seorang seniman, Iman merasa beruntung karena para tetangganya
banyak yang sudah lama berkesenian. Namun, di era rezim Orde Baru talenta
berkesenian para tetangga Iman itu tidak terekspresikan
secara optimal karena berbagai kendala, seperti masalah tempat, dana, dan perizinan. Baru pada tahun
1998, berbarengan dengan tumbangnya rezim Orde Baru, komunitas
masyarakat Ledeng mulai bergairah kembali dalam berkesenian. Terbentuknya CCL juga didasarkan pada keinginan agar masyarakat Ledeng memiliki tempat untuk berkesenian tanpa harus menyewa
gedung. Iman Soleh lebih cenderung
menyebut CCL sebagai wadah atau kantong
kebudayaan bagi masyarakat sekitar untuk berkesenian dan berekspresi secara bebas. Tahun 2007, bersama
komunitas CCL ia diundang mementaskan Air
di Lahore, Pakistan, dan berkolaborasi serta pentas keliling bersama Sidetrack Theatre dalam
produksi The Tangled Garden di TIM (Jakarta), Darwin dan Sidney,
Australia. Iman Soleh telah banyak menciptakan karya yang berkaitan dengan lingkungan seperti, Passage,
Water
Carier, Air Burung,
Nenek Moyang,
Bedol Desa
(1-4), Ozone dan Tanah
yang dipentaskan di Sanggar Baru, TIM, 29 April
2011 lalu. Karyanya bertema Ozon Mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa Iman Soleh merasa
kaget mendapat ucapan terima kasih dari PBB karena sebelumnya dia tidak pernah
menghubungi PBB. Tidak hanya mahasiswa yang ikut terlibat dalam setiap kali pementasan teater di CCL, tetapi juga hampir seluruh
masyarakat di sekitar Ledeng ikut memberikan kontribusi terhadap setiap kegiatan kebudayaan khususnya pementasan teater. Karya Iman Soleh yang lain berjudul Membaca Indonesia Menggugat dipentaskan
Gedung Kesenian Dewi Asri, Sekolah
Tinggi Seni Indonesia
(STSI) Bandung, bercerita
tentang pembelaan Soekarno di depan
pengadilan Pemerintah Kolonial Belanda. Tetapi tidak dibaca mentah-mentah sesuai dengan aslinya. Teks-teks itu justru dikritisi
sesuai kondisi realitas masyarakat saat ini. Setiap
pemain memerankan tokoh dari beragam
suku: mulai dari Sebagai Seorang seniman, ia sangat
prihatin melihat program tayangan televisi swasta di (Dari
Berbagai Sumber) |
Nama
: Iman Soleh Lahir : 5 Maret 1966 Profesi
: Dosen penyutradaraan
dan pemeranan di Sekolah Tinggi
Seni Indonesia (STSI) Bandung, Direktur Artistik Celah-Celah Langit (ACC) Karya
: The
Tangled Garden, Air, Passage, Water
Carier, Air
Burung, Nenek Moyang,
Bedol Desa
(1-4), Ozone, Membaca Tanah |