|
Seniman
Teater Suyatna
Anirun
Suyatna adalah seorang
tokoh seni teater modern
Sehari-hari, ia cenderung
pendiam. Tutur sapanya pun perlahan. Senyum tipis, anggukan, atau tawa kecil yang terasa malu-malu, menjadi bagian yang karib penampilannya. Itulah Suyatna Anirun, sosok yang sehari-hari pendiam, tetapi seketika bisa menjadi macan garang, bila di panggung.
Di tangannya, sebuah peran bisa menjadi sangat hidup. Lihatlah, bagaimana ia muncul sebagai
raja Lear dalam lakon
King Lear beberapa tahun lalu. Peran ini,
bukan saja ia mainkan sangat
bagus, tapi menjadi salah satu puncak pencapaian
seni akting di negeri ini.
Suyatna bukan sekedar aktor. Iapun sutradara sekaligus salah seorang tokoh terkemuka teater modern Pada masa SMA Suyatna
mulai serius menekuni dunia kesenian. Mula-mula dengan menulis puisi dan mengirimkannya
ke media
Pada usia 19, ia
pun mulai naik panggung sebagai pemeran, memainkan tokoh orang tua
dalam lakon “Awal dan
Mira” karya
Utuy T. Sontani. Debutnya di bidang
drama kian memekar saat ia kuliah
di Jurusan Seni Rupa ITB. Saking setia kepada teater, Suyatna pun mengorbankan kuliahnya. Kendati berhasil memimpin kelompok teater yang cukup tua di
Suyatna sebagai seorang
aktor, kurang lebih setara dengan Teguh Karya. Seniman teater kawakan Indonesia, seperti Arifin C Noer dan Teguh
Karya, menilai keaktoran kang Yatna adalah cermin dari sikap
berkeseniannya yang amat peduli terhadap pengembangan diri. Yakni, pengembangan yang tergantung pada keberadaan pribadinya, bakat, kerja keras, pengabdian dan kreativitas. Dalam kesehariannya, Suyatna Anirun hadir sebagai pria yang santun, sabar, tak neko-neko
layaknya seniman kebanyakan, dan pendiam. Tapi dalam diamnya, Suyatna banyak menyimpan kegelisahan. Itulah kegelisahan terhadap teater. Hidupnya adalah teater. Karena itu, meski dokter
menganjurkan untuk lebih banyak beristirahat karena sakitnya, ia tetap melakukan aktivitas panggung. Pada jum’at dinihari,
sekitar pukul 01.50 wib tanggal 4 januari 2002 ia menghembuskan napas terakhir di kamar
3116 Yosep 3 RS. Borromeus,
(Dari berbagai sumber) |
Nama : Suyatna Anirun
Lahir : 19 Juli 1936
Wafat : 4 Februari 2002
Pendidikan : Seni Rupa ITB
Profesi : Dosen di STSI Bandung, Jurnalis Kompas 1966, Redaktur
Kebudayaan Harian Pikiran Rakyat di Redaktur budaya Tabloid Mitra Desa
Penghargaan : Anugerah Seni untuk bidang teater dari menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1993)
Tabib Tetiron (1976), Karto Loewak( 1973), Badak-badak (1984), Rabu Randu Mulus(1980), King Lear (1987) |