|
Seniman Teater Syu’bah Asa Aktor teater, budayawan dan penulis ini lahir di Pekalongan,
Jawa Tengah, 21 Desember 1941. Menyelesaikan pendidikannya di IAIN Sunan
Kalijaga, Periode tahun 1950-1969, ia aktif berteater bersama Teater Muslim dan Bengkel Teater pimpinan WS. Rendra (alm) di Baginya seni Islam itu berpijak pada pemikiran akan
adanya pertemuan antara seni dan agama yang bernama religiusitas atau mistik.
“Karena selalu ada pertemuan antara seni dan agama yang disebut dengan
religiusitas,” ujar Syubah Asa. “Maka bagi seorang muslim seni pun seharusnya
menjadi sarana untuk memberikan penyadaran dan mengajak penikmat seni untuk
selalu ingat akan Tuhannya,” tambahnya. Seniman teater, sastra dan juga wartawan senior ini wafat dalam usia 68 tahun, pada hari Minggu, 24 Juli 2011 pukul 17.00 wib di Pekalongan, Jawa Tengah, akibat komplikasi penyakit jantung, ginjal dan paru-paru, setelah sebelumnya dirawat selama sepekan RSI Pekajang, Pekalongan, Jawa Tengah. Meninggalkan seorang istri, Eti Sunarsih dan tiga orang anak. Dimakamkan di TPU Pringlangu keesokan harinya. (Dari
Berbagai Sumber) |
Nama : Syu’bah Asa bin Sanusi Lahir : Pekalongan, Jawa Tengah, 21 Desember 1941 Wafat : Pekalongan, Jawa Tengah, 24 Juli 2011 Pendidikan : SD Keradenan, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada, IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta Karier : Redaktur majalah Tempo (1971-1987), Editor Panji Masyarakat (1987-1988) Kegiatan lain : Anggota Dewan Kesenian Jakarta (1977-1979) Karya Tulis : Cerita di Pagi Cerah (1960), Asraful Anam , Qasidah Berzanji |