Nama : Whani Hari Darmawan Lahir : Pendidikan : SMKI Negeri Yogyakarta, ISI Workshop Teater ASDRAFI Profesi : Aktor Teater, Pelatih dan Pengajar
Akting DFC Acing Course Karya Tulis : My
Princess Olga (Novel), Anak Semata Wayang
(Cerpen), Metanietzsche-Boneka Sang Pertapa
(2001-2004)
Filmografi : Drupadi (2008) Sinetron : Dongeng Dangdut (1994), Biola Bangsaku (2004) |
Aktor Teater Whani Darmawan Lahir di Yogyakarta 24 Mei 1966. Ia termasuk sosok
yang keras, kukuh dan berprinsip. Mulai berkesenian ketika ia duduk
dibangku SMP, ketika puisi-puisinya dikirimkan ke Renas (Remaja
Bernas), tahun 1985. Setelah pulang sekolah ia sering
menonton latihan Teater Dinasti di Pojok Beteng.
Belajar berteater secara otodidak, walaupun ia sempat berkuliah
di Institut Seni Indonesia (ISI) Telah bermain dalam sejumlah lakon, diantaranya : Akal Bulus Scapin (Moliere, 1987), Awas (Putu Wijaya, 1987), Kebebasan Abadi (CM Nas, 1988), Perahu Retak (Emha Ainun Nadjib,
1990), End Game (Samuel Beckett, Teater Garasi, 1999). Bergabung dengan teater Gandrik dan terlibat dalam sejumlah lakon Sidang Susila (Heru Kesawa Murti,
2008), Keluarga TOT (Heru Kesawa Murti, 2009) dan Pandol (Heru Kesawa Murti,
2010).
Pernah menulis
monolog Metanietzsche-Boneka
Sang Pertapa dan memainkannya sendiri
(2001-2004). Bermain dalam
film Drupadi (2008) dan
memberikan coaching pemeranan
pada sejumlah film Hanung Bramantyo (Idola, Get Married, Ayat-ayat Cinta) Baginya Pengalaman yang mengesankan dalam hidupnya adalah ketika ayahnya, seorang wiyogo spesialis rebab meninggal 19 Mei 2005 lalu, “Cita-cita, energi dan keinginanku
yang menggebu untuk ‘merumahkan bapak’ menjadi salah arah, sehingga menuju rumah abadi. Itu sungguh
meluluhlantakan perasaanku
dan memberiku pelajaran yang sangat berarti,” ujar ayah dari Olga Paksindra Nareswara ini. (Dari Berabagai Sumber) |