Ken Zuraida (2) - Copy

Nama :

Ken Zuraida

 

Lahir :

Salatiga, Jawa Tengah,

15 Mei 1954

 

Kegiatan Lainnya :

Pimpinan Ken Zuraida Project,

Mengelola Wayang Plastik Akarawa,

Pimpinan Bengkel Teater Rendra

 

Seniman Teater

Ken Zuraida

 

 

 

 

Kesenangannya menulis naskah-naskah pendek. Telah menekuni teater sebagai jalan berekspresi sejak 1975. Telah sering terlibat pentas di panggung kecil maupun besar, kadang sebagai pemain, kadang sebagai sutradara, atau sebagai penata artistik baik di dalam maupun di luar negeri. Terlibat dalam pentas-pentas Bengkel Teater Rendra sebagai pemain dan seringkali sebagai piñata artistik.

 

Sejak masih sangat kecil akrab dengan lingkungan yang alamiah sekaligus dididik oleh keluarga yang sangat menguasai pendidikan kebudayaan. Ia tumbuh dengan kepekaan naluriah amat kuat dan kecerdasan kebudayaan lingkungan yang berlapis-lapis. Ini antara lain karena selalu bergerak di antara lingkungan elitis dan lapisan di bawahnya, antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, dimana ia menghayati masa remajanya di kota Bandung.  Ia tidak hanya menguasai bidang senirupa, melainkan juga sastra, akting, art director dan kemudian penyutradaraan. Ia terlibat di Bengkel Teater Rendra sejak 1974 hingga sekarang. Kegiatannya dari daerah ke daerah lain selama lebih 30 tahun itu sampai ke hampir sebagian besar kota di dunia.

 

Selain mengorganisir keseharian Bengkel Teater Rendra ia juga mempraktikan metode-metode latihan yang selama ini digali Rendra bersama Bengkelnya. Tahun 1960-an ia pernah pentas pada teater kanak-kanak di lingkungan terbatas. Sejak 1975 ia mulai berpentas sebagai Setyawati dalam Kisah Perjuangan Suku Naga produksi Bengkel Teater di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Selanjutnya dalam drama Egmont”di Teater Terbuka, Taman Ismail Marzuki di tahun yang sama. Pada tahun 1985 ia pernah menangani artistik panggung di pentas baca sajak Rendra di gedung besar beberapa kota. Tahun 1986 ia menjadi artistik direktor pentas Panembahan Reso. Costume dan Set Designer's Rendra's adaptasi Hamlet 1990, TIM Jakarta.

 

Tahun 1987, pernah mengubah suasana gereja St. Ann di New York, Amerika Serikat, untuk pementasan Selamatan Anak Cucu Sulaeman, lalu di Tokyo, Hiroshima (Jepang), pentas berikutnya di kota besar di Indonesia dan tahun 1998 di Kwachon, Korea Selatan. Selain terlibat di lingkungan teater ia juga pernah menjadi koreografer dan penari Nocturno di Malang dan Bandung 1994. Bersama Rendra dan Agus.S. Sarjono, ia juga pernah mencoba menjadi produser pada acara Internasional Puisi Indonesia tur ke Belanda, Jerman, Austria, Palestina, Maroko, Malaysia, Makasar, Bandung dan Solo, 2002. Menulis Wayang Plastik Drama Akarawa. Ikut terlibat dalam pembacaan puisi Brigitte Oleschinski TIM Jakarta, 2003.

 

 

ken zuraida

Pesta Monolog (2005)

 

Sejak itu menangani pentas besar Oidipus Sang Raja serta pentas-pentas di luar negeri hingga Sobrat, 2005, di Graha Bhakti Budaya, Jakarta. Ia muncul sebagai tenaga ahli artistik di beberapa pentas di Eropa, juga Asia. Berperan sebagai pemain Nenek berusia 678 tahun dalam pentas berdua dengan Rendra“dalam Kereta Kencana” yang memperoleh pujian di kota-kota besar Indonesia hingga Kuala Lumpur Malaysia. Menerjemahkan drama dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia untuk beberapa pentas grup drama di Indonesia.

 

Menulis Monolog dan memainkannya sendiri pada festival Monolong di Taman Ismail Marzuki, 2005. Menyutradarai Pementasan Teater Nyai Ontosoroh, dalam rangka Memperingati Hari Kartini April 2007 di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Menulis naskah Nyai Ontosoroh adaptasi Bumi Manusia, karya Pramoedya Ananta Toer. Menjadi Sutradara pementasan Mastodon Dan Burung Kondor pada 11-14 Agustus 2011 di Graha Bhakti Budaya, Taman ismail Marzuki.  

 

Memimpin Ken Zuraida Project dan mengelola Wayang Plastik Akarawa dan mementaskannya di sekolah-sekolah dan komunitas. Memimpin kegiatan di Bengkel Teater Rendra sejak Rendra wafat, 6 Agustus 2011. Ilmu dan metode latihan yang diwariskan Rendra terus dipraktekkan di tempat ini oleh beberapa anggota Bengkel Teater Rendra dan murid-murid baru yang dipimpin oleh Ken Zuraida.   

 

(Dari Berbagai Sumber)