Nama : Ken
Zuraida Lahir : Salatiga,
Jawa Tengah, 15
Mei 1954 Kegiatan Lainnya : Pimpinan
Ken Zuraida Project, Mengelola
Wayang Plastik Akarawa, Pimpinan
Bengkel Teater Rendra |
Seniman Teater Ken Zuraida Kesenangannya
menulis naskah-naskah pendek. Telah menekuni teater sebagai jalan berekspresi
sejak 1975. Telah sering terlibat pentas di panggung kecil maupun besar,
kadang sebagai pemain, kadang sebagai sutradara, atau sebagai penata artistik
baik di dalam maupun di luar negeri. Terlibat dalam pentas-pentas Bengkel
Teater Rendra sebagai pemain dan seringkali sebagai piñata artistik. Sejak
masih sangat kecil akrab dengan lingkungan yang alamiah sekaligus dididik
oleh keluarga yang sangat menguasai pendidikan kebudayaan. Ia tumbuh dengan
kepekaan naluriah amat kuat dan kecerdasan kebudayaan lingkungan yang
berlapis-lapis. Ini antara lain karena selalu bergerak di antara lingkungan
elitis dan lapisan di bawahnya, antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, dimana ia
menghayati masa remajanya di Selain
mengorganisir keseharian Bengkel Teater Rendra ia juga mempraktikan
metode-metode latihan yang selama ini digali Rendra bersama Bengkelnya. Tahun
1960-an ia pernah pentas pada teater kanak-kanak di lingkungan terbatas.
Sejak 1975 ia mulai berpentas sebagai Setyawati dalam Kisah Perjuangan Suku Naga
produksi Bengkel Teater di Jakarta,
Sejak
itu menangani pentas besar Oidipus Sang Raja serta
pentas-pentas di luar negeri hingga Sobrat, 2005, di Graha Bhakti
Budaya, Jakarta. Ia muncul sebagai tenaga ahli artistik di beberapa pentas di
Eropa, juga Menulis
Monolog dan memainkannya sendiri pada festival Monolong di Taman Ismail
Marzuki, 2005. Menyutradarai Pementasan Teater Nyai Ontosoroh, dalam
rangka Memperingati Hari Kartini April 2007 di Taman Ismail Marzuki Memimpin
Ken Zuraida Project dan mengelola Wayang Plastik Akarawa dan mementaskannya
di sekolah-sekolah dan komunitas. Memimpin kegiatan di Bengkel Teater Rendra
sejak Rendra wafat, 6 Agustus 2011. Ilmu dan metode latihan yang diwariskan
Rendra terus dipraktekkan di tempat ini oleh beberapa anggota Bengkel Teater
Rendra dan murid-murid baru yang dipimpin oleh Ken Zuraida. (Dari Berbagai Sumber) |
|||
|
|
|